This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Artikel Perkebunan. Show all posts
Showing posts with label Artikel Perkebunan. Show all posts

Wednesday, November 1, 2017

BISNIS MENJANJIKAN DENGAN BUDIDAYA KEMIRI - Rumah Pertanian

http://tipspetani.blogspot.com/2017/11/bisnis-menjanjikan-dengan-budidaya.html
BISNIS MENJANJIKAN DENGAN BUDIDAYA KEMIRI


Kemiri (Aleurites moluccana) merupakan tumbuhan yang bagian bijinya dimanfaatkan sebagai rempah atau sumber minyak. Tumbuhan kemiri masih berkerabat dekat dengan singkong dan termasuk kedalam suku Euphorbiaceae.

Pohon kemiri besar dengan ketinggian dapat mencapai sekitar 40 meter dengan gemang mencapai 1,5 meter. Tumbuhan ini memiliki daun tunggal, tumbuh berseling, berwarna hijau dengan bentuk hampir bundar, bundar telur atau menyegitiga. Buah tmbuhan ini adalah buah batu dengan bentuk agak bulat telur gepeng berukuran sekitar 5-6 cm � 4-7 cm, berwarna hijau zaitun di luar dengan rambut beledu, berdaging keputihan, tidak memecah, dan memiliki 2 biji atau 1 biji. Biji ini bertempurung keras dan tebal, agak gepeng berukuran sekitar 3 cm � 3 cm dengan keping biji keputihan dan kaya akan minyak.

Harga kemiri cukup tinggi dipasaran, kini banyak orang yang mencoba peruntungan dengan melakukan budidaya atau menanam kemiri ini, 

http://tipspetani.blogspot.com/2017/11/bisnis-menjanjikan-dengan-budidaya.html

berikut adalah cara menanam budidaya kemiri :

a. Syarat Tumbuh
Kemiri dapat ditemukan di hampir sebagian besar Indonesia. Kemiri dapat tumbuh pada daerah dengan ketinggian sekitar 0 hingga 800 meter dpl. Kemiri dapat tumbuh di daerah beriklim kering maupun beriklim basah.

b. Persiapan Bibit
Benih diperoleh dari buah yang sudah masak dan jatuh. Sebelum disemai, biji direndam dahulu dengan air dingin selama 15 hari. Setelah itu, retakan biji dengan cara dipikul menggunakan palu atau yang lainnya.

Mengikir biji pada bagian yang akan keluar akar lembaga. Setelah sekitar 45 hari semai siap disapih dan dilakukan seleksi semai. Pilihlah semai yang tegak lurus dan sehat. Saat mencabut dilakukan dengan hati-hati agar akar tidak rusak atau luka.

Biji yang telah didapatkan, disemaikan dengan media tabur yang terbuat dari campuran tanah dan pasir dengan perbandingan 1 : 2 kemudian disaring dengan menggunakan kawat saringan yang memiliki ukuran 2 mm. Sebelum dimasukan dalam bak plastik, agar bebas dari ham dan penyakit media tabur tersebut disterilkan dengan cara di goreng. Biji benih di semai dengan kedalaman sekitar 2,5 hingga 10 cm. Pembibitan baru bisa digunakan setelah berumur sekitar 6 bulan hingga 1 tahun.

c. Persiapan Lahan Tanam
Lahan yang akan digunakan untuk budidaya tanam kemiri ini, dibersihkan terlebih dahulu dari gulma atau tanaman pengganggu lainnya. Selanjutnya buatlah lubang tanam berukuran sekitar 40 cm x 40 cm x 30 cm dengan jarak tanam sekitar 4 meter x 4 meter atau 5 meter x 5 meter.
d. Penanaman Kemiri
Seminggu sebelum penanaman, lakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk anorganik berupa pupuk urea, KCl dan SP dengan dosis masing masing 75 gram, 50 gram, dan 50 gram per lubang tanam. Untuk memperbaiki tanah baik dari fisik, kimia dan biologi maka gunakan bio P 2000 Z, Phosmit dan air dengan perbandingan 1 : 1: 180. Kemudian siramkan pada lubang tanam sebanyak 0,5 liter.

Selanjutnya lakukan penanaman bibit kemiri yang telah disiapkan, bibit tersebut di tanam dan ditimbun hingga batas leher akar.

e. Pemeliharaan Tanaman Kemiri
  • Pengendalian Gulma dan Tanaman Pengganggu Lainnya
  • Saat tanaman berumur sekitar 1 hingga 3 tahun lakukan pengontrolan gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang ada disekitar batang pokok. Gulma atau tanaman pengganggu tersebut dicabut, perlakukan ini dilakukan secara rutin setiap sebulan sekali. Bersamaan dengan pengendalian gulma dapat dilakukan pendangiran agar udara dalam tanah baik.
  • Penyiraman
  • Saat tanaman masih berumur sekitar 1 hingga 3 tahun, masih sangat membutuhkan air yang cukup banyak jadi perlu dilakukan penyiraman setiap hari.
  • Pemupukan
  • Walau tanaman kemiri tidak menuntut kesuburan tanah, namun agar produksi buah dapat lebih banyak, perlu dilakukan pemupukan baik itu menggunakan pupuk kandang ataupun pupuk kimia. Pupuk tersebut diberikan dengan cara membuat lubang dengan kedalaman sekitar 40 cm mengelilingi pohon.
  • Pemangkasan
  • Lakukan Pemangkasan pada cabang-cabang yang telah tua, mati atau tumbuh terlalu rapat satu sama lain agar sinar matahari dan udara cukup didapatkan oleh pohon.

f. Pemanenan Kemiri
Pohon kemiri akan mulai berbuah setelah berumur sekitar 3,5 hingga 4 tahun.
Artikel Perkebunan - Selamat datang Pembaca Blog Rumah Pertanian dimanapun Anda berada saat ini, kali ini menyajikan artikel yang berjudul "Artikel Perkebunan", kami telah mempersiapkan artikel kali ini dengan sebaik-baiknya agar Anda dapat membaca dan mengambil informasi yang sedang Anda cari didalamnya. mudah-mudahan isi postingan dari Artikel Artikel Perkebunan yang kami hadirkan ini dapat membawa banyak manfaat bagi Anda. Baiklah, selamat membaca.

Judul:BISNIS MENJANJIKAN DENGAN BUDIDAYA KEMIRI - Rumah Pertanian
link : BISNIS MENJANJIKAN DENGAN BUDIDAYA KEMIRI - Rumah Pertanian

Baca juga


Artikel Perkebunan

Sunday, October 8, 2017

CARA PENYEMAIAN DAN PERAWATAN POHON JABON YANG TEPAT DAN BENAR - Rumah Pertanian

http://tipspetani.blogspot.com/2017/10/cara-pemyemaian-dan-perawatan-pohon.html


Budidaya pohon jabon yang baik dan benar itu tidak terlalu sulit, hanya saja membutuhkan ketelitian dan ketelatenan penanamnya. Pohon ini mampu tumbuh dengan cepat dan siap panen di usia 5 tahun Beberapa waktu terakhir nama jabon menjadi populer karena kebutuhan kayu di masyarakat terus meningkat, namun di saat yang sama pemerintah gencar melakukan pelarangan terhadap praktek penebangan kayu bulat atau glondongan di alam liar. Hal ini menyebabkan pasokan kayu menjadi berkurang, dan industri kayu harus mencari alternatif lain untuk memenuhi permintaan kayu. Apalagi dengan seringnya pohon Sengon dan Pohon Jati yang sebelumnya sering dibudidayakan ternyata mengalami serangan tumor kayu yang merugikan.

Di saat itulah pamor Jabon yang memiliki karakteristik mirip dengan sengon akhirnya naik. Apalagi dengan keunggulan jabon yang bisa tumbuh dengan cepat dan siap panen di usia 5 tahun. Melihat peluang tersebut, banyak orang yang tertarik untuk berinvestasi dalam usaha budidaya jabon. Berikut cara budidaya jabon bagi Anda yang ingin menanam jabon sebagai salah satu bentuk investasi. 
http://tipspetani.blogspot.com/2017/10/cara-pemyemaian-dan-perawatan-pohon.html

1. Penyemaian Bibit 

Proses pembibitan adalah salah satu tahapan terpenting dalam budidaya jabon. Proses ini menjadi penting karena kecepatan tumbuh pohon jabon dan kualitas kayu yang terhasilkan sangat tergantung pada bibit yang digunakan. Untuk menghasilkan bibit kualitas terbaik, benih tanaman ini perlu disebar di media pasir halus. Tempatkan pasir halus tersebut di bak plastik yang telah dilubangi bagian bawahnya. Kemudian siapkan bak berisi air, dan letakkan bak yang telah berisi sebaran benih tadi di bak tersebut, sehingga air bisa merambat melewati lubang yang dibuat pada bak persemaian tersebut. Apabila bibit telah tumbuh dan muncul daun berukuran sekitar 1 cm�, maka bibit tersebut sudah dapat dipindah ke polybag. 

http://tipspetani.blogspot.com/2017/10/cara-pemyemaian-dan-perawatan-pohon.html


2. Penentuan Jarak Tanam 

Proses penentuan jarak tanam termasuk tahapan penting dalam budidaya jabon. Karena jarak tanam ini menjadi salah satu faktor penentu kualitas pohon yang terhasilkan. Jarak tanam akan mempengaruhi tingkat intensitas mendapatkan sinar matahari. Jarak tanam ideal pada budidaya jabon yaitu 3 x 4 meter, dengan menggunakan pola tanam monokultur. Cara menanam jabon dengan pola ini sangat penting untuk menjaga jabon bisa tumbuh optimal. Saat Jabon mulai tumbuh tinggi, masing-masing cabang akan bersinggungan. Apabila jarak tanam terlalu rapat, maka pohon jabon tidak bisa tumbuh optimal.

3. Pembuatan Lubang Tanam

Pembuatan lubang tanam Budidaya Pohon ini sebaiknya diselesaikan seminggu sebelum penanaman bibit dilakukan. Ukuran lubang idealnya adalah 40 x 40 x 40 cm. Taburkanlah pupuk kandang dan atau kompos yang telah dicampur dengan pupuk TSP secukupnya pada lubang tersebut. Jumlah pupuk yang dimasukkan yaitu sepertiga dari tinggi lubang. Setelah itu, masukkan tanah di bagian atasnya, kemudian aduk sampai rata. Kemudian tutuplah lubang tersebut, dan jangan lupa untuk memberi tanda pada bekas lubang. 

4. Penanaman 

Waktu ideal untuk menanam jabon adalah di musim penghujan. Cara menanam jabon dengan mengandalkan ketersediaan air hujan sangat efektif untuk dilakukan, karena Anda tidak perlu pusing dengan ketersediaan air. Perlu diingat, tanaman ini cukup sensitif terhadap kekeringan. Proses penanaman dilakukan seminggu setelah pembuatan lubang. Galilah kembali tanah yang telah tercampur dengan pupuk sebelumnya. Setelah itu, siapkan bibit jabon dan lepas secara perlahan dari polybag. Lakukan dengan hati-hati, jangan sampai akarnya rusak. Selanjutnya, masukkan bibit jabon ke dalam lubang secara tegak lurus. Kemudian timbunlah sekeliling bibit dengan menggunakan tanah bekas galian.


http://tipspetani.blogspot.com/2017/10/cara-pemyemaian-dan-perawatan-pohon.html



5. Perawatan Tanaman 

Pertumbuhan jabon sangat bergantung pada ketersediaan unsur hara di tanah. Untuk menjaga ketersediaan unsur hara, lakukanlah pemupukan hingga jabon berumur tiga tahun. Namun agar hasilnya optimal, Anda bisa meneruskan pemupukan sampai waktunya panen, yaitu pada umur 5 tahun atau lebih. Sangat dianjurkan untuk menggunakan pupuk organik seperti halnya kompos, bokhasi, maupun pupuk kandang, karena pupuk ini berfungsi sebagai penghasil unsur hara dan mineral di dalam tanah. Pemberian pupuk kimia perlu diimbangi dengan menggunakan pupuk organik. Jika tidak, tanah akan menjadi jenuh dan mineral dari pupuk kimia tidak akan bisa terurai di dalam tanah. Selain pemupukan, Anda juga perlu menyiangi gulma yang mengganggu. Lakukan tiga sampai empat kali dalam setahun.
Artikel Perkebunan - Selamat datang Pembaca Blog Rumah Pertanian dimanapun Anda berada saat ini, kali ini menyajikan artikel yang berjudul "Artikel Perkebunan", kami telah mempersiapkan artikel kali ini dengan sebaik-baiknya agar Anda dapat membaca dan mengambil informasi yang sedang Anda cari didalamnya. mudah-mudahan isi postingan dari Artikel Artikel Perkebunan yang kami hadirkan ini dapat membawa banyak manfaat bagi Anda. Baiklah, selamat membaca.

Judul:CARA PENYEMAIAN DAN PERAWATAN POHON JABON YANG TEPAT DAN BENAR - Rumah Pertanian
link : CARA PENYEMAIAN DAN PERAWATAN POHON JABON YANG TEPAT DAN BENAR - Rumah Pertanian

Baca juga


Artikel Perkebunan

Monday, September 18, 2017

CARA PEMBUDIDAYAAN TANAMAN BAMBU - Rumah Pertanian

http://tipspetani.blogspot.com/2017/09/cara-pembudidayaan-tanaman-bambu.html

Akar rimpang atau bonggol bambu merupakan organ vegetatif yang penting bersifat terestrial, berkayu, bercabang-cabang dan membawa akar adventif pada setiap bukunya. Setiap buku organ mempunyai mata tunas yang selanjutnya berkembang menjadi bentuk batang dan buluh baru. Dengan adanya tunas-tunas ini akar rimpang mempunyai bibit dalam pembudidayaan bambu.


Berdasarkan sistem percabangan rimpangnya, secara garis besar dibagi dalam dua tipe.

Kelompok pertama
Berakar rimpang yang tumbuh secara simpodial sehingga menghasilkan rumpun yang rapat (contoh, Bambusa, Dendrocalamus, Gigantochloa dan Schizostachyum) dan banyak dijumpai di daerah tropis.

Kelompok kedua
berakar rimpang yang tumbuh secara monopodial atau secara horisontal dan bercabang secara lateral untuk menghasilkan rumpun dengan letak batang tersebar (contoh, Arundinaria dan Phyllostachys) yang banyak dijumpai di daerah beriklim sedang..

Secara garis besar cara penanaman bambu dilakukan dalam 4 tahap yaitu;



Persemaian dilakukan dengan dua cara yaitu dengan menanam biji dan stek. Perbanyakan dengan biji diambil dari biji yang jatuh yang kemudian tumbuh di bawah rumpun kemudian setelah tinggi mencapai � 5 cm dipindahkan ke dalam kantong plastik untuk dipindahkan ke lapangan.

Perbanyakan dengan stek dilakukan dengan memotong bambu yang sudah berumur 1 � 1.5 tahun. Potongan diletakkan dalam posisi ditidurkan dalam galian bedengan sedalam besarnya stek batang kemudian ditimbun dengan tanah setebal � 8 � 10 cm. Penyiraman dilakukan selama 3 hari sekali selama 2.5 � 3 bulan. Pada umur ini stek batang sudah tumbuh dan berakar dan bisa dipindahkan ke kantong plastik selama 4 � 6 bulan untuk dilakukan perawatan. Pada masa perawatan ini akan tumbuh anakan (sucker) untuk dipisahkan dan dirawat kembali selama 3 � 4 bulan dan disebut bibit baru yang siap untuk di tanam.


Sebelumnya perlu dipersiapkan lahan dengan membersihkan dari semak belukar atau rumput sampai bersih. Kemudian pembuatan dan pemasangan ajir sesuai dengan jarak tanam yang dikehendaki serta pembuatan lubang tanam. Pekerjaan ini umumnya memerlukan waktu 3 � 4 bulan.

Untuk penanaman yang bertujuan menghasilkan rebung ukuran lubang adalah, 50 x 50 x 75 cm sedangkan untuk yang menghasilkan buluh adalah, 150 x 150 x 75 cm. Kemudian lubang diisi dengan serasah atau rumput hasil babatan sampai penuh lalu ditimbun dengan tanah galian di bagian atasnya. Pada umur 3 � 4 bulan lubang atau lahan tersebut sudah siap ditanami bibit.

Penanaman sebaiknya dilakukan pada musim penghujan dan pada musim kemarau dilakukan penyiraman setiap 3 hari sampai tanaman benar-benar hidup.


Setelah tanaman berumur 1 (satu) bulan jika ada yang mati perlu disulam secepatnya. Perlu dilakukan pemupukan sebanyak 0.5 kg dengan komposisi campuran sbb, 1 Urea: 2 TSP : 1 KCI untuk setiap rumpun. Pada bulan-bulan berikutnya dilakukan pembersihan di sekitar tanaman dari rumput dan gulma karena berpotensi menghambat dan membunuh.

Pemupukan dapat dilakukan dua kali setahun tergantung pada keadaan dan tingkat kesuburan tanah, dan umumnya dapat dilakukan menjelang musim hujan (oktober) dan menjelang musim kemarau (April). Untuk rumpum yang sudah berumur 4 tahun ke atas cukup diberi pupuk 2 kg per rumpun, cara perawatan ini dapat meningkatkan kualitas dari bambu yang dihasilkan.
Artikel Perkebunan - Selamat datang Pembaca Blog Rumah Pertanian dimanapun Anda berada saat ini, kali ini menyajikan artikel yang berjudul "Artikel Perkebunan", kami telah mempersiapkan artikel kali ini dengan sebaik-baiknya agar Anda dapat membaca dan mengambil informasi yang sedang Anda cari didalamnya. mudah-mudahan isi postingan dari Artikel Artikel Perkebunan yang kami hadirkan ini dapat membawa banyak manfaat bagi Anda. Baiklah, selamat membaca.

Judul:CARA PEMBUDIDAYAAN TANAMAN BAMBU - Rumah Pertanian
link : CARA PEMBUDIDAYAAN TANAMAN BAMBU - Rumah Pertanian

Baca juga


Artikel Perkebunan