This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, July 28, 2015

Beralih ke Usaha Pertanian Organik - Rumah Pertanian

Eri demikian nama lelaki paruh baya yang berprofesi sebagai petani cabe di Sungai Kambuik, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya. Ia sudah menghabiskan dana lima puluh jutaan agar areal seperempat hektar yang ia jadikan tempat bertanam cabe, bisa tumbuh dengan baik dan berbuah lebat, namun nasib berkata lain, ditengah perjalanannya areal pertanaman cabenya diserang berbagai penyakit dan hama, salah satunya penyakit virus kuning keriting dan Antraknosa.

Tim P3L-Dharmasraya berkunjung ke kebun Eri pada awal puasa Ramadhan Juni lalu, ia putus asa melihat areal perkebunan cabenya sudah tidak punya harapan lagi, ditengah kemelut yang mendera hatinya, tim P3L-Dharmasraya mencoba memberikan solusi terkait penyakit yang diderita tanaman cabenya.

Sebagaimana tujuan utama dari pejuang P3L-Dharmasraya yakni, usaha menciptakan pertanian organic, ramah lingkungan, dan memproduksi hasil tani yang sehat untuk dikonsumsi keluarga, tanpa ketergantungan kepada produk kimia, serta mempersiapkan lahan tanah yang baik untuk keberlangsungan anak cucu, kami menawarkan solusi yang kiranya baik untuk menyelamatkan cabe Eri yang sudah diserang berbagai penyakit tersebut.

Pada akhirnya dalam situasi yang sangat genting tersebut, kami menawarkan biang bakteri organic yang baik untuk mengatasi berbagai penyakit tersebut, biang bakteri itu terangkum dalam botol pupuk cair �Bio � Organik Herbafarm�, akhirnya Eri mencoba menyelamatkan tanaman cabenya dengan 2 botol pupuk cair herbafarm. 

Pada hari lebaran ketiga tepatnya hari selasa tanggal 21 Juli 2015, salah seorang tim P3L-Dharmasraya kembali memantau perkembangan cabe yang sudah diperlakukan Eri dengan pupuk cair Herbafarm tersebut, diluar dugaan setibanya tim di lokasi areal pertanaman cabe Eri terlihat buah cabe yang tumbuh lebat, meski daun terlihat kuning keritiang, usaha penyelamatan oleh herbafarm ini masih sanggup membantu cabe untuk berbuah lebat. 

Aher salah seorang Karyawan Eri kepada tim P3L-Dharmasraya, dilokasi mengatakan ia sudah berkali panen dengan situasi pertanaman yang demikian.

�Ambo kira cabe ini hanya sekali saja berbuahnya, namun uda bisa lihat sendiri batang cabe itu berbunga lagi, dan kami sudah berkali-kali panen setelah pemberian pupuk cair Herbafarm ini�, katanya bersemangat.

Setelah mengamati dan mencatat perkembangan cabe Eri, tim kembali ke posko P3L di Sitiung, sebelum pulang Aher membeli tiga botol lagi pupuk cair Bio-Organik Herbafarm, ia juga berjanji pada periode berikutnya ia dan Eri akan kembali bertanam cabe dengan metode hidroponik, dan meminta kami (P3L-Dharmasraya) untuk mendampingi hingga panen.

Beralih ke Usaha Pertanian Organik
(Foto : Aher ditengah tanaman cabenya yang terserang berbagai penyakit Virus, namun masih berbuah lebat, berkat pemberian pupuk cair Bio-Organik Herbafarm yang ramah lingkungan)

- Selamat datang Pembaca Blog Rumah Pertanian dimanapun Anda berada saat ini, kali ini menyajikan artikel yang berjudul " ", kami telah mempersiapkan artikel kali ini dengan sebaik-baiknya agar Anda dapat membaca dan mengambil informasi yang sedang Anda cari didalamnya. mudah-mudahan isi postingan dari Artikel cabe Artikel pertanian organik Artikel pupuk organik Artikel red chili yang kami hadirkan ini dapat membawa banyak manfaat bagi Anda. Baiklah, selamat membaca.

Judul:Beralih ke Usaha Pertanian Organik - Rumah Pertanian
link : Beralih ke Usaha Pertanian Organik - Rumah Pertanian

Baca juga


Thursday, June 25, 2015

Meluruskan Konsep Bertanam Hidroponik - Rumah Pertanian

Meluruskan Konsep Bertanam Hidroponik

Alangkah populernya konsep bertanam dengan cara hidroponik akhir-akhir ini, betapa tidak konsep hidroponik menjanjikan hasil yang lebih baik, dibanding pertanaman konvensional, tentu saja bagi pelaku petani hidroponik hal tersebut bukan sesuatu yang buruk, dan hasil yang lebih baik dibanding bertanam secara konvensional menggunakan areal yang ada, sebenarnya hal itu perlu pengkajian ulang.

Bertanam secara hidroponik sangat popular didaerah perkotaan, pasalnya diperkotaan sulit untuk memperoleh lahan yang memadai untuk bercocok tanam, dan hal itu sangat bertolak belakang dengan suasana pedesaan, dimana di desa ketersediaan lahan masih cukup untuk bercocok tanam.

Tananam hidroponik dari asal katanya menjelaskan, bahwa perlakuan tanaman tersebut lebih terfokus kepada ketersediaan air, dengan mengabaikan unsur tanah orang-orang perkotaan juga bisa bercocok tanam, baik itu di atas rumah maupun di dindingnya, dengan kata lain tanah sudah tidak menjadi prioritas lagi.

Ilmu pertanian dan botani sudah menjelaskan bahwa tanah merupakan syarat utama untuk tumbuhnya suatu tanaman, meski dalam konsep hidroponik tanah hanya sebagai tempat berdirinya batang pokok tanaman, berikutnya ketersediaan unsur senyawa untuk pertumbuhan tanaman digantikan dalam bentuk cair, lebih jauh dari kedua hal tersebut tanaman sesungguhnya membutuhkan sosialisasinya dengan yang lain, seperti serangga liar dan mikroorganisme yang terdapat disekitar tanah pertanaman, konsep tersebut seakan terbantahkan oleh sistim hidroponik, dengan menganggap semakin berkurangnya interaksi sosial tanaman dengan lingkungan alamiahnya, maka kemungkinan tanaman akan tumbuh dengan subur dan baik lebih besar, padahal sebenarnya tidak demikian.

Alam semesta melahirkan berbagai serangga dan mikroorganisme yang berkesinambungan dengan tanaman, maka dari itu ada istilah penyerbukan yang diperbantukan oleh serangga, mikroorganisme yang membantu menguraikan zat makanan tanaman, itu pula mungkin yang sangat mendasari perbedaan bertanam secara hidroponik dengan konvensional di tanah, ketika usaha pertanaman lebih dititik beratkan kepada unsur air, sesungguhnya penggiat hidroponik agak sedikit usaha ekstra, karena memikirkan bagaimana unsur untuk tumbuhnya tanaman ini dirubah bentuknya ke air.

"Sebaik-baiknya pupuk cair lebih baik sebenarnya ketersediaan unsur alami yang terdapat di tanah, di dalam tanah terjadi penguraian yang komplek bagi kebutuhan tumbuh tanaman, hal itu belum lagi jika ditinjau dari segi biaya, ketika tanah yang normal menyediakan segala kebutuhan untuk tumbuhnya tanaman, maka biaya bagi pertanaman konvensional di tanah lebih ringan dibanding dengan pola hidroponik".

Jika anda bermaksud melakukan usaha pertanian dengan gaya hidroponik, alangkah bijaknya jika anda juga menganalisa lebih mendalam, mana yang lebih tepat cara yang anda tempuh dengan hidroponik atau dengan pola konvensional di pertanahan, karena bagaimanapun juga interaksi sosial tanaman dengan lingkungan alaminya merupakan sesuatu yang lebih penting, yang terkadang hal tersebut tidak diperoleh pada pola bertanam hidroponik.

Salam �

Selamatkan tanah dengan organik
- Selamat datang Pembaca Blog Rumah Pertanian dimanapun Anda berada saat ini, kali ini menyajikan artikel yang berjudul " ", kami telah mempersiapkan artikel kali ini dengan sebaik-baiknya agar Anda dapat membaca dan mengambil informasi yang sedang Anda cari didalamnya. mudah-mudahan isi postingan dari Artikel Agriculture Artikel hidroponik yang kami hadirkan ini dapat membawa banyak manfaat bagi Anda. Baiklah, selamat membaca.

Judul:Meluruskan Konsep Bertanam Hidroponik - Rumah Pertanian
link : Meluruskan Konsep Bertanam Hidroponik - Rumah Pertanian

Baca juga


Cara Membuat Singkong Tumbuh Dengan Banyak Umbi - Rumah Pertanian


Cara Membuat Singkong Tumbuh Dengan Banyak Umbi
(Summber foto : agroexpres.com)
Bertanam singkong atau ketela pohon tentu tidak asing lagi bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, dari zaman dahulu kala singkong dikenal dengan tumbuhan perdu yang sangat mudah ditanam, bahkan ketika potongan batangnya dicampakkan ia juga akan tumbuh dengan baik, dan singkong bertahun tahun menjadi makanan pokok setelah beras bagi rakyat Indonesia.

Budidaya singkong tidak terlalu rumit, namun membuatnya tumbuh dengan baik menghasilkan umbi yang besar dan banyak, tentu membutuhkan keterampilan yang mumpuni sehingganya anda bisa panen dengan hasil melimpah, bagaimana cara membuatnya tumbuh dengan baik dan menghasilkan umbi yang banyak, kita akan coba bahas berikut ini.

Singkong atau dengan nama latinnya Manihot Utilissima termasuk dalam suku Euphorbiacieae, sebagai syarat tumbuh tanaman ini sanggup tumbuh pada tanah jenis apapun, namun belum tentu umbi yang dihasilkannya banyak, nah untuk membuat hasil umbi yang banyak kita membutuhkan beberapa teknik pemupukan, dengan memanfaatkan potensi lingkungan disekitar rumah tangga, anda bisa membuat tanaman ini menghasilkan umbi yang banyak, caranya yakni dengan menggunakan limbah rumah tangga, seperti dari sisa-sisa masakan yang bisa diurai, misalkan potongan sayur, kulit bawang dan aneka sisa produk rumah tangga lainnya, yang intinya semua itu bisa diurai oleh alam.

Membuat pupuk untuk singkong dari limbah rumah tangga tersebut cukup mudah, anda tinggal membuat sebuah lubang kemudian masukkan semua limbah rumah tangga tersebut, setelah terkumpul cukup banyak, kemudian tutup dengan plastic dan biarkan selama lebih kurang lima belas hari.

Setelah pengomposan selesai pada hari ke lima belas, buka kembali kompos dari olahan limbah rumah tangga tersebut, kemudian campurkan dengan tanah bekas unggunan sampah, sambil diaduk jika perlu tambahkan dengan air garam, atau cairan Em4, atau anda bisa juga memanfaatkan pupuk cair Bio Organik Herbafarm produksi sidomuncul.

Ketika pengadukan selesai tutup rapat kembali kompos limbah rumah tangga anda, kemudian diamkan selama lima hari, setelah itu kompos siap digunakan, cara perlakuannya adalah dengan menaburkan kompos disekeliling tanaman singkong, waktu terbaik memberikan kompos ini adalah ketika umur tanaman singkong sekitar satu bulan, kompos yang anda berikan tadi mengandung banyak mikroorganisme yang mampu mengurai unsur hara tanah, sehingga tanaman singkong anda mampu menyerap lebih banyak hara, dan pertumbuhannya akan baik, karena dengan suburnya tanaman singkong tidak terlepas dari peran umbinya yang tumbuh lebat dan banyak.

Ternyata jika kita mau memanfaatkan lingkungan rumah tangga tanpa menggunakan pupuk kimia, manfaatnya sangat banyak terutama bagi usaha pertanaman di lingkungan pekarangan anda, termasuk tanaman singkong ini, demikian tips ringan dari kami untuk membantu tanaman singkong anda menghasilkan umbi yang banyak, selamat mencoba.

Cara Membuat Singkong Tumbuh Dengan Banyak Umbi, kandungan gizi singkong
(Sumber foto : singkongday.wordpress.com)

Salam �

Selamatkan tanah dengan organic.
- Selamat datang Pembaca Blog Rumah Pertanian dimanapun Anda berada saat ini, kali ini menyajikan artikel yang berjudul " ", kami telah mempersiapkan artikel kali ini dengan sebaik-baiknya agar Anda dapat membaca dan mengambil informasi yang sedang Anda cari didalamnya. mudah-mudahan isi postingan dari Artikel manihot utilissima Artikel singkong Artikel Sustainable agriculture yang kami hadirkan ini dapat membawa banyak manfaat bagi Anda. Baiklah, selamat membaca.

Judul:Cara Membuat Singkong Tumbuh Dengan Banyak Umbi - Rumah Pertanian
link : Cara Membuat Singkong Tumbuh Dengan Banyak Umbi - Rumah Pertanian

Baca juga


Friday, May 2, 2014

Tips Membuat Zat Pengatur Tumbuh Auksin Gibrelin Sitokinin Organik - Rumah Pertanian

     Zat Pengatur Tumbuh adalah sekumpulan senyawa organik bukan hara (nutrien), baik yang terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia, yang dalam kadar sangat kecil mampu mendorong, menghambat, atau mengubah pertumbuhan, perkembangan, dan pergerakan (taksis) tumbuhan. Fungsi auksin ialah merangsang perpanjangan sel, merangsang aktivitas kambium, merangsang pembekokan batang, merangsang pantenokarpi, dan merangsang dominasi apikal.


    AUKSIN berperan dalam pembentukan akar,perpanjangan zel,pembungaan yang seragam serta mencegah gugur bunga atau buah, SITOKINNIN  berperan dalam pembelahan zel serta pembentukan tunas baru, GIBBERILLIN berperan dalam pembelahan sel, mendorong perpanjangan batang serta memacu pembungaan. Menurut beberapa sumber yang pernah saya baca auksin terdapat pada urin sapi, sitokinnin terdapat pada bonggol pisang, serta gibberillen terdapat pada bonggol bambu.

     Bahan dan alat yang perlu kita siapkan antara lain ;
     - jerigen uluran 20 atau 30 liter
     -botol minuman ukuran 500ml
     -selang kecil 1 meter
     -bongol pisang 5 kg
     -bonggol atau rebung bambu 5 kg
     -urin sapi atau kambing 5 lt
     -buah maja 5 buah
     -gula pasir 1 kg
     -air cucian beras 5 lt

     Cara membuat ; rebung bambu dan bonggol pisang di haluskan atau ditumbuk sampai halus,kemusia dimasukkan kedalam jerigen bersamaan dengan urin sapi dan gula pasir serta masukan pula air cucian beras. Kemudian jerigen di tutup rapat serta di masukan selang yang kemudian di masukan kedalam botol minuman yang telah di beri air,tujuannya agar gas yang terbentuk dari hasil fermentasi bisa keluar melalui selang dan udara dari luar tidak bisa masuk. Fermentasi ini adalah fermentasi anaerob atau tanpa udara.

     Setelah 12 hari atau lebih hasil fermentasi di saring dan siap digunakan,dengan dosis sekitar 400ml per 14lt. Kita perlu hati hati dalam aplikasinya karena hasil fermentasi ini mempunyai PH yang sangat asam hingga kita perlu menambahkan kapur dolomit atau kalsium pada saat mengaplikasi.jika tidak biasanya akan menimbulakan jamur.



sigit. 2-5-2014

- Selamat datang Pembaca Blog Rumah Pertanian dimanapun Anda berada saat ini, kali ini menyajikan artikel yang berjudul " ", kami telah mempersiapkan artikel kali ini dengan sebaik-baiknya agar Anda dapat membaca dan mengambil informasi yang sedang Anda cari didalamnya. mudah-mudahan isi postingan dari yang kami hadirkan ini dapat membawa banyak manfaat bagi Anda. Baiklah, selamat membaca.

Judul:Tips Membuat Zat Pengatur Tumbuh Auksin Gibrelin Sitokinin Organik - Rumah Pertanian
link : Tips Membuat Zat Pengatur Tumbuh Auksin Gibrelin Sitokinin Organik - Rumah Pertanian

Baca juga


Tuesday, April 29, 2014

Seputar Pertanian Perikanan Peternakan - Rumah Pertanian

     Pupuk Kimia , Pupuk Organik , Pupuk Daun , Pupuk NPK , Pupuk KNo3 , Pupuk Kocor , Budidaya Timun , Budidaya Paria , Budidaya Pare , Budidaya Gambas , Budidaya Oyong , Budidaya Kacang Panjang , Budidaya cabai merah keriting , Budidaya cabai merah keriting sistem MPHP , Budidaya cabai rawit , budidaya cabai merah besar , Budidaya bunga kol , budidaya sawi , Budidaya caesim , Budidaya cabai hibrida, Budidaya Jagung , Budidaya jagung manis , Budidaya cabai lokal , Budidaya terong , Budidaya Tomat , Budidaya tembakao , budidaya buncis , budidaya welok , budidaya kara , budidaya kacang tanah , Budidaya ubi kayu , budidaya ubi jalar , budidaya pepaya , Budidaya pepaya california , budidaya tebu , budidaya rambutan  , budidaya pelem , budidaya pelem aromanis , budidaya durian, budidaya durian montong , budidaya durian aceh , budidaya kelengkeng , budidaya semangka , budidaya dukuh , budidaya langsap , budidaya merkisa , budidaya nangka , budidaya bunga melati , budidaya cincau , budidaya  apokat , tehnik bercocok tanam padi , budidaya sirsak , budidaya padi , budidaya jeruk , budidaya jambu air , budidaya jambu citra , budidaya jambu biji , budidaya cengkeh , budidaya manggis , budidaya buah pir , budidaya apel , budidaya belimbing , budidaya pisang , budidaya jahe , budidaya kencur , budidaya kunir , budidaya labu , budidaya lenca , budidaya buncis , budidaya welok , budidaya tembakau , budidaya kedonggong , budidaya stroberi , budidaya bluberi , budidaya gowok , budidaya kentang , budidaya bawang merah , budidaya bawang putih , budidaya daun bawang , budidaya muncang , budidaya seledri , budidaya  rambutan , harga pupuk , harga pupuk subsidi , harga pupuk urea , harga pupuk za , harga pupuk TSP , harga pupuk SuperPhos , harga pupuk Phonska , harga pupuk organik , harga pupuk NPK , harga pupuk cair , harga pupuk daun , harga pupuk kocor , dosis pupuk kimia , dosis pupuk organik , takaran pupuk kimia , takaran pupuk orgaik ,  takaran pupuk kocor , takaran pupuk cair , cara mengocor cabai , cara mengecor cabai , cara membuat binih cabai , cara membuat persemaian , cara mengolah tanah , cara memasang mulsa plastik hitam perak , cara memasang mulsa , cara memasang anjir , cara memasang lanjaran , cara memasang tali , hama dan penyakit cabai , cara menanggulangi hama dan penyaki cabai , cara mengatasi hama dan penyakit cabai , hama dan penyakit tanaman , hama dan penyakit sayuran , irigasi , irigasi tetes , pestisida , fungisida , pestisida organik , cara membuat pestisida organik , tips membuat pestisida organik , tips memilih pestidida , cara menggunakan pestiseda , dosis pastisida , akarisida , cara meramu pestisida organik , cara memanen , cara memetik .
   
     Budidaya lele, budidaya gurame, budidaya ikan , harga pakan ikan , harga pelet , penyakit ikan , penyakit lele , penyakit gurame, cara membuat kolam ikan , cara membuat kolam dari terpal , cara membuat kolam dari plastik , jenis jenis ikan air tawar , cara menelurkan gurame, cara menelurkan lele , cara menelurkan ikan , cara membuat pakan ikan , cara membuat pakan lele , cara membuat pelet , jenis jenis pakan ikan , tips budidaya ikan .

     Budidaya kambing , budidaya sapi , budidaya kekrbao , budidaya itik , budidaya bebek , budidaya unggas , budidaya ayam , budidaya burung puyuh , cara membuat pakan kambing , cara membuat pakan fermentasi , budidaya kelinci , 
- Selamat datang Pembaca Blog Rumah Pertanian dimanapun Anda berada saat ini, kali ini menyajikan artikel yang berjudul " ", kami telah mempersiapkan artikel kali ini dengan sebaik-baiknya agar Anda dapat membaca dan mengambil informasi yang sedang Anda cari didalamnya. mudah-mudahan isi postingan dari yang kami hadirkan ini dapat membawa banyak manfaat bagi Anda. Baiklah, selamat membaca.

Judul:Seputar Pertanian Perikanan Peternakan - Rumah Pertanian
link : Seputar Pertanian Perikanan Peternakan - Rumah Pertanian

Baca juga


Monday, April 28, 2014

tumpang sari timun dengan kacang panjang - Rumah Pertanian

     Hampir semua jenis tanaman sayuran atau palawija bisa kita tumpangsarikan. Bila kita menghitung nilai produksi dari satu jenis tanaman yang ditumpangsarikan biasanya akan terjadi penurunan produksi tanaman tersebut, namun apa bila kita menghitung keseluruhan tanaman yang kita tampang sarikan maka akan cukup menguntungkan dan sangat mengurangi resiko kegagalan dalam satu periode tanam.

     Kali ini saya akan memberikan beberapa tips dalam mengolah tanah untuk sistim pertanian tumpangsari. Dalam sistim tumpangsari kita harus ketahui bahwa setiap jenis tanaman mempunyai karastristik atau jenis akar yang berbeda beda,dan dalam sistim tumpang sari akan terjadi banyak persaingan akar dalam mengambil nutrisi dari tanah. Karena populasi tanaman yang tinggi dalam satu periode tanam.

     Sebagai contoh tumpangsari antara cabai merah keriting dengan caesim atau sawi,kedua tanaman tersebut mempunyai jenis akar yang hampir sama,yaitu banyak akar serabutnya. Jenis tumpangsari ini sangat beresiko karena terdapat persaingan pengambilan nutrisi pada tanah karena sama sama mempunyai akar serabut yang sangat banyak dan akar cenderung sama sama dangkal atau hanya sedikit dibawah permukaan tanah.Lain halnya jika kita tumpangsarikan cabai merah keriting dengan paria,paria mempunyai akar tunggang yang sangat panjang,sehingga pengambilan nutrisi cenderung jauh didalam tanah,dan tidak begitu banyak terjadi persaingan diantara kedua jenis akar tersebut.

     Untuk menghindari hal hal diatas dapat kita hindari melalui pengolahan tanah atau pembuatan bedeng BERTINGKAT.Jika kita akan membuat bedeng atau guludan dengan lebar 120cm,maka kita bisa membuat bedeng tersebut bertingkat,bagian samping dengan tinggi 20cm dan lebar 25cm/kanan dan kiri,dan untuk bagian tengah bedeng tinggi 20cm dari atas bedeng bagian samping, atau 40cm dari drainase. Jenis bedeng seperti ini bisa kita tanami cabai dengan sawi atau cabai dengan kangkung,dengan catatan sawi atau kangkung di tanam di bedeng bagian bawah,sedangkan cabai bisa kita tanam di atas.

     Demikian sedikit tips dalam mengolah tanah atau membuat bedeng untuk sistim pertanian tumpangsari. Semoga bermanfaan




sigit. 22-4-2014 
- Selamat datang Pembaca Blog Rumah Pertanian dimanapun Anda berada saat ini, kali ini menyajikan artikel yang berjudul " ", kami telah mempersiapkan artikel kali ini dengan sebaik-baiknya agar Anda dapat membaca dan mengambil informasi yang sedang Anda cari didalamnya. mudah-mudahan isi postingan dari yang kami hadirkan ini dapat membawa banyak manfaat bagi Anda. Baiklah, selamat membaca.

Judul:tumpang sari timun dengan kacang panjang - Rumah Pertanian
link : tumpang sari timun dengan kacang panjang - Rumah Pertanian

Baca juga


Tips Menanggulangi Virus Kuning pada tanaman Cabai Merah Keriting - Rumah Pertanian

     Virus kuning (virus gemini) pada tanaman cabai selama ini menjadi momok bagi para petani,karena sulit untuk di tanggulangi. Vektor dari virus ini antara lain kutu kebul dan beberapa jenis kutu yang lain. Gejala yang di timbulkan akibat virus ini daun muda/pucuk cekung dan mengkerut dengan warna mosaik ringan, gejala berlanjut dengan seluruh daun berwarna kuning cerah, bentuk daun berkerut dan cekung dengan ukuran lebih kecil, serta pertumbuhan terhambat.
   
     Sistim pertania berbasis organik diyakini mampu menanggulangi terjadinya virus ini, berikut beberapa tips dari saya untuk menanggulangi virus ini :

     - gunakan bakteri PGPR untuk perendaman binih dan aplikasi di lapangan,gunakan interfal 1 minggu atau 10 hari sekali saat benih telah ditanam.
     -gunakan hormon atau zat pengatur tumbuh organik yang mengandung auksin,gibrelin dan sitokinin secara bersamaan mulai fase vegetatif sampai gereratif.
   
     Dari beberapa kali percobaan saya di lapangan menunjukan hasil yang signifikan apabila kita benar benar melakukan hal tersebut secara insentif. Untuk cara pembuatan bakteri PGPR  dan Zat pengatur tumbuh organik akan saya postingkan lebih lanjut.




sigit. 28-4-2014
- Selamat datang Pembaca Blog Rumah Pertanian dimanapun Anda berada saat ini, kali ini menyajikan artikel yang berjudul " ", kami telah mempersiapkan artikel kali ini dengan sebaik-baiknya agar Anda dapat membaca dan mengambil informasi yang sedang Anda cari didalamnya. mudah-mudahan isi postingan dari yang kami hadirkan ini dapat membawa banyak manfaat bagi Anda. Baiklah, selamat membaca.

Judul:Tips Menanggulangi Virus Kuning pada tanaman Cabai Merah Keriting - Rumah Pertanian
link : Tips Menanggulangi Virus Kuning pada tanaman Cabai Merah Keriting - Rumah Pertanian

Baca juga